Pembina ITS Maritime Challenge Kunjungi ALBALOLA Itsas Kultur Faktoria di Spanyol

Pembina ITS Maritime Challenge Kunjungi ALBALOLA Itsas Kultur Faktoria di Spanyol

Spanyol (24/11) – Pembina ITS Maritime Challenge yang juga merupakan salah satu dosen DTK, Prof. Ir. Daniel M. Rosyid, Ph.D. melakukan kunjungan selama satu pekan (17-25/11) bersama dengan  Onggo F. Nichita, ST (alumni Dept. Sistem Perkapalan ITS) dari PT. Tunas Maritim Global, dalam ALBAOLA Itsas Kultur Faktoria yang diselenggarakan di Pasaia San Pedro, San Sebastian, the Basques Country, Spanyol.

Prof. Ir. Daniel M. Rosyid, Ph.D. memberikan pemaparan di ALBALOLA Itsas Kultur Faktoria, Spanyol
Prof. Ir. Daniel M. Rosyid, Ph.D. bersama dengan Onggo F. Nichita, ST mengikuti ALBALOLA Itsas Kultur Faktoria di Spanyol

Prof. Ir. Daniel M. Rosyid, Ph.D. mengatakan bahwa kunjungan tersebut merupakan wujud dari rencana lama yang beliau harapkan selama 7 tahun silam, saat bertemu dengan Robert Lancelott Lee, founder dari the Atlantic Challenge dan Xavier Agote di Midland, Kanada dalam acara Atlantic Challenge 2010. Sebagai pembina ITS Maritime Challenge yang sudah aktif berpartisipasi sejak Atlantic Challenge pada 2002 di Rockland, Mine, USA, beliau berkeyakinan bahwa pendidikan teknik yang baik adalah pendidikan yang sekaligus membentuk karakater mahasiswa. “Diperlukan keterlibatan bengkel untuk mengembangkan makership mahasiswa dalam membuat artefak teknik yang berguna bagi masyarakat, seperti pembuatan perahu kayu (wooden boat). Perguruan tinggi teknik harus menjadi makerspace di mana karya-karya artefak teknik dirancang dan diproduks,i walau dalam skala bengkel”, imbuhnya.

Prof. Ir. Daniel M. Rosyid memberikan pemaparan di ALBALOLA Itsas Kultur Faktoria, Spanyol

Perahu Kayu Pemburu Ikan Paus : San Juan

Xavier Agote adalah seorang pemrakarsa, pengarah dan pengelola ALBAOLA Itsas Kultur Faktoria sejak beberapa tahun silam. UNESCO telah memberikan kepercayaan kepada ALBAOLA untuk membangun replika penuh dari San Juan, sebuah perahu kayu pemburu ikan paus yg dibangun di daerah Basques pada 1560an. Perahu tersebut pernah digunakan untuk berlayar melintasi Atlantik hingga Newfoundland, Kanada, sampai akhirnya tenggelam di perairan Red Bay, Labrador. Reruntuhan San Juan diakui oleh UNESCO sebagai underwater heritage yang cukup penting. Kepercayaan UNESCO ini diberikan kepada ALBAOLA sebagai pusat pengembangan budaya maritim kelas dunia yang mendidik pemudanya dengan berbagai ketrampilan kemaritiman, seperti boat building, rowing dan sailing.

Proses pembangunan kapal kayu

Interaksi Nusantara dengan Bangsa Basques Dalam Sejarah

Sejarah menyebutkan bahwa Nusantara dan bangsa Basques telah berinteraksi sejak abad 15 melalui ekspedisi Magelhaens ke Maluku guna mencari rempah-rempah, namun yang ditemukan oleh Magelhaens hanyalah Filipina. Ekspedisi tersebut kemudian dilanjutkan oleh Juan Sebastian Elcano dan Andreas Udarnetta yang pada akhirnya menemukan Ternate dan Tidore untuk memperdagangkan rempah-rempah. Disebutkan dalam sejarah bahwa salah salah satu raja Ternate atau Tidore mampu berbicara dengan fasih dalam bahasa Basque. Udarnetta yang tinggal di Maluku selama 7 tahun bahkan sempat menikahi perempuan Tidore atau Ternate dan dikaruniai seorang anak perempuan yg kemudian dibawa ke Basque.

ITS dan ALBALOLA

ITS telah dipercaya oleh ALBAOLA untuk melakukan penelitian awal keberadaan kapal layar Trinidad  yang dipimpin oleh Udarnetta yang tenggelam di perairan Ternate-Tidore pada akhir abad 15M. Rencana berikutnya adalah merekonstruksi dan membangun kembali replika penuh Trinidad di Indonesia dan kapal Majapahit.

Selain itu, ITS dan PT. Tunas Maritim Global diberi kesempatan untuk mengirimkan mahasiswa ke ALBAOLA untuk dididik dan dilatih sebagai wooden boatbuilder selama 3 tahun dengan pola apprenticeship, serta menjadi mitra kerja dalam perancangan dan pembangunan kapal-kapal kayu berkualitas tinggi untuk pasar Indonesia dan Eropa. ITS dan PT. Tunas Maritim Global juga akan mempersiapkan rancangan dan pembangunan kapal layar untuk digunakan dalam operasi pelayaran internasional yang digunakan untuk mengangkut produk-produk bernilai tinggi dalam rangka mempromosikan fair and green trade.

Jawa Timur dan ITS diundang untuk berpartisipasi dalam Festival Maritim San Sebastian 2018 dengan menyajikan tarian dan lagu-lagu daerah bertema pesisir. Tahun 2020 Jatim diundang sebagai Guest of Honour dalam Festival dua tahunan tersebut dengan juga menyajikan perahu-perahu tradisional buatan pengrajin perahu di Jawa Timur.

Sumber : Tulisan Prof. Ir. Daniel M. Rosyid, Ph.D. dengan judul “Hasil Kunjungan ke ALBAOLA Itsas Kultur Faktoria yang diselenggarakan di Pasaia San Pedro, San Sebastian, the Basques Country, Spain“.

Share this...
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *