Bahasa Indonesia

English

Talkshow DVillage ITS Bahas Pembangunan Infrastruktur

Pekerjaan dalam teknik sipil tak lepas dari pembangunan infrastruktur. Dengan prasarana dan pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia) yang baik, diharapkan pemerataan pembangunan dapat terlaksana. Hal inilah yang dikupas dalam talkshow D’Village 7th Edition yang digelar Departemen Teknik Infrastruktur Sipil (DTIS), Fakultas Vokasi ITS, Minggu (19/3).

 

Talkshow bertajuk Kreatifitas Anak Bangsa Dalam Pembangunan Untuk Indonesia Yang Lebih Sejahtera tersebut dimoderatori Amalia F Mawardi ST MT. Ia adalah Ketua Program Studi (Kaprodi) Diploma III Teknik Sipil, Departemen Teknik Infrastruktur Sipil, Fakultas Vokasi ITS.

Infrastruktur dan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) sangat berkaitan erat, di mana angka kecelakaan kerja di Indonesia masih tinggi terutama di dunia infrastruktur. Penyebab utama terjadinya kecelakaan kerja adalah rendahnya kesadaran perusahaan akan pentingnya penerapan K3 di dunia konstruksi. Seringkali SMK3 dianggap sebagai komoditas dan investasi yang tidak penting dan bahkan tidak lagi dianggap sebagai beban biaya.

“SMK3 seharusnya sudah menjadi ruh dan jiwa di dunia konstruksi,” ujar Sonny Risdianto, alumnus Diploma Teknik Sipil yang kini berkarir sebagai senior manager PT Surveyor Indonesia, serta Konsultan SMK3.

Hal senada turut disampaikan Dr Ir Kuntjoro MT, Kaprodi Diploma IV Teknik Sipil. Departemen Teknik Infrastruktur Sipil. Dicontohkannya, pembangunan infrastruktur seharusnya terintegrasi dengan sistem drainase. Dengan demikian infrastruktur tersebut tidak berdampak pada peningkatan run-off yang ditengarai sebagai penyebab banjir.

Tidak benar bahwa penyebab banjir hanya karena perubahan iklim. Faktor yang paling berpengaruh dalam kejadian banjir adalah perubahan tutupan lahan. “Perubahan tutupan lahan adalah akibat ¬†perkembangan penduduk yang mempengaruhi kebutuhan akan lahan untuk tempat tinggal, pertanian dan fasilitas-fasilitas lain. Kondisi seperti ini yang memicu peningkatan run-off,” papar Kuntjoro.

Ditambahkannya, perlu adanya sinergi antara akademisi, praktisi ¬†dan penentu kebijakan dalam perencanaan tata ruang. Hal ini untuk menciptakan infrastruktur yang harmonis. “Penataan infrastruktur itu harus mampu mengendalikan banjir pada saat musim hujan dan memasok kebutuhan air pada saat musim kemarau,” jelas Kuntjoro.

Dalam talkshow tersebut, turut dihadirkan Mandala Abadi Shoji sebagai pembicara. Mandala merupakan alumnus Diploma Sipil angkatan 1999 yang merupakan developer perumahan, dan pemilik PH (Pihak Luar) dengan program-program sosial seperti rumah gratis untuk dhuafa, serta menjadi host acara hiburan di televisi. (mbi/ven) sumber: ITS Online

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *