Peningkatan Kerjasama dengan STT-AL Surabaya dalam Penelitian dan Pendidikan

Peningkatan Kerjasama dengan STT-AL Surabaya dalam Penelitian dan Pendidikan

Departemen Teknik Kelautan (DTK) menyadari, salah satu pilar pengembangan institusi adalah adanya jejaring dan jalinan kerjasama dengan institusi lain yang makin sinergis serta makin ditingkatkan kualitasnya dengan agenda-agenda kegiatan akademis dalam kerangka Tridharma Perguruan Tinggi.

DTKNEWS-Momen kerjasama DTK dengan NUFFIC-Belanda yang tahun ini memasuki tahun ke-3, dapat dimanfaatkan untuk menggandeng pihak lain yang dapat menunjang dalam pengembangan jejaring DTK dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi. Hal ini dapat dibaca dengan baik oleh Kaprodi Pascasarjana Teknik Kelautan, Dr. Ir. Wahyudi, M.Sc.

Dengan adanya hibah peralatan ukur pasang-surut air laut dari NUFFIC, maka Dr. Wahyudi menginisiasi untuk menjalin kerjasama dengan pihak STTAL Surabaya dalam pemasangan alat tersebut di perairan laut yang menjadi wilayah STTAL. Selain pertimbangan keamanan alat dalam jangka panjang, hal ini juga dapat men-generate bentuk kerjasama lainnya yang saling menguntungkan kedua belah pihak. Sebenarnya DTK sudah lama ada jalinan kerjasama dengan STTAL dalam bentuk beberapa dosen DTK mengajar mahasiswa STTAL dan memberikan pelayan praktikum bagi siswa-siswa AL di laboratorium DTK. Maka dalam kesempatan saat ini, kualitas kerjasama dapat diperluas dan ditingkatkan.

Maka pada Kamis 6 September 2018 diadakan pertemuan di kantor STT-AL Surabaya, Kodikal Angkatan Laut Surabaya guna mendiskusikan bentuk peningkatan kerjasama tersebut. Personel yang terlibat dalam pembahasan adalah: komandan STTAL: Laks. Pertama Avando, Direktur Pascasarjana STTAL: Kol. Ahmadi, dan Direktur Hidros: Kol. Sutrisno. Sementara dari pihak DTK hadir Kadep DTK-FTK-ITS: Dr.Eng. Rudi W. Prastianto, Kaprodi Pascasarjana Teknik Kelautan-ITS: Dr. Ir. Wahyudi, M.Sc. dan Sekprodi Pascasarjana Teknik Kelautan-ITS: Dr. Ir. Haryo, D. Armono, M.Sc

Silahturahmi DTK ke STTAL-Surabaya bersama Laks. Pertama Avando (Komandan STTAL), Kol. Ahmadi (Dir. Pascasarjana STTAL), & Kol. Sutrisno (Dir. Hidros).

Pembicaraan yang berlangsung sekitar 2 jam (mulai jam 08.15 hingga 10.10 WIB) berjalan dengan cepat dimana kedua belah pihak merasa saling memberikan kesempatan serta membutuhkan akan kerjasama ini untuk kemajuan institusi masing-masing. Beberapa hal yang disepakati diantaranya adalah:

  1. Ijin pemasangan alat ukur pencatat pasang-surut (pasut) air laut di lokasi sekitar STT-AL Surabaya (sumbangan dari kerjasama DTK-NUFFIC, Belanda) mendapat sambutan yang baik dari pihak STTAL dan akan dicarikan lokasi yang representatif.
  2. Keberadaan alat yang terpasang dalam waktu lama, selanjutnya dapat dimanfaatkan oleh pihak DTK dan STT-AL dalam proses pembelajaran/pendidikan siswa kedua instansi tsb.
  3. Keberadaan alat yang terpasang juga bisa dimanfaatkan untuk kerjasama penelitian antara DTK-STTAL, sekaligus hasilnya berpotensi dapat dimanfaatkan untuk pengembangan alutsista TNI-AL.
  4. Dalam jangka lebih panjang, ada potensi untuk sertifikasi profesional mahasiswa DTK sebagai ahli oseanografi, dengan bekal mata kuliah yang sudah diberikan di DTK yang terus dikembangkan menjadi lebih baik. (erwepe@September2018).
Share this...
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *