Dosen DTK Kembali Menebar Ilmu dan Pengalaman Menulis di Universitas Trunojoyo Madura

Dosen DTK Kembali Menebar Ilmu dan Pengalaman Menulis di Universitas Trunojoyo Madura

Kemampuan menulis artikel ilmiah berbobot terasa makin penting bagi para dosen, terutama akhir-akhir ini menyusul bergulirnya aturan dari Kemenristekdikti yang nampaknya makin ketat dalam memberikan kriteria untuk penilaian sebuah makalah ilmiah agar mendapatkan skor maksimal.

Acara yang dihadiri sekitar 70 orang yang meliputi utusan dari LPPM-LPPM perguruan tinggi di Madura ini, diantaranya menyuguhkan materi yang meliputi teknik penyusunan proposal riset, metodologi riset, kriteria data riset yang valid, handal dan obyektif termasuk pengembangan ide, kemampuan menulis serta proses riset yang berkualitas. Itulah cakupan materi yang disampaikan di workshop tentang penulisan jurnal internasional oleh salah seorang narasumber Suntoyo, Ph.D dari Teknik Kelautan ITS. Dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) sendiri, komponen-komponen dari LPPM yang hadir pada event itu adalah: (i) Dr. Achmad Amzeri, S.P., M.P. (Pusat Penelitian dan Inovasi Pangan), (ii) Dr. Zainul Hidayah, S.Pi., M.App.Sc. (Pusat Penelitian dan Inovasi Energi), (iii) Netty Dyah Kurniasari, S.Sos., M.Med.Kom. (Pusat Penelitian dan Inovasi Kependudukan Tenaga Kerja dan Wanita Madura, (iv) Dr. Mutmainnah, S.Sos., M.Si. (Pusat Penelitian dan Inovasi Pendidikan dan Budaya Madura), (v) Fauzin, S.H.LL.M. (Pusat Penelitian dan Inovasi Hukum, HAM dan Kebijakan Publik, (vi) Faikul Umam, S.Kom., MT. (Pusat Penelitian dan Inovasi Teknologi Informasi, (vii) Dr. Eni Sri Rahayuningsih., S.E. (Pusat Penelitian dan Inovasi Pariwisata dan Ekonomi dan Ekonomi Kreatif), (viii) Khoirul Rosyadi, Ph.D. (Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat), (ix) Dr. Hj. Djulaeka, S.H., M.Hum. (Pusat Hak Kekayaan Intelektual (HKI)) dan (x) Dr. Mardiyah Hayati, S.P., M.P. (Pusat Inkubator Bisnis).

Pemateri workshop Suntoyo, ST, M.Eng., Ph.D. (dosen Departemen Teknik Kelautan, ITS, Surabaya, kiri) dan Dr. Sc. Asep Awaludin P., S.Pi, M.P. (dosen Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Universitas Brawijaya, Malang, kanan).

Atas undangan ketua LPPM-UTM Ir. Muhammad Fakhry, M.P., dosen DTK Suntoyo, ST, M.Eng., Ph.D menjadi salah seorang pemateri pada sebuah acara bertajuk Workshop Penulisan Jurnal Internasional dan Launching “KAJI” (Klinik Artikel Jurnal Internasional) yang diselenggarakan oleh LPPM-UTM. Workshop sehari ini berlangsung di Gedung Graha Utama Lt.10 yang bertepatan dengan Hardiknas pada Rabu 2 Mei 2018. Pemateri kedua adalah Dr. Sc. Asep Awaludin P., S.Pi, MP. dosen Prodi Teknologi Hasil Pertanian Universitas Brawijaya Malang. Menurut Suntoyo, hasil capaian riset yang baik haruslah menghasilkan originality, novelties (keterbaruan dan keterkinian) dan uniqueness yang memadai sehingga bisa dipublikasikan di jurnal internasional yang bereputasi Q1 atau Q2 .

Sebagian peserta Workshop Penulisan Jurnal Internasional dan Launching “KAJI” (Klinik Artikel Jurnal Internasional).
Pemberian cinderamata kepada narasumber, Suntoyo, S.T., M.Eng., Ph.D. oleh panitia workshop yang diwakili Dr. Mardiyah Hayati, S.P., M.P.

Selain paparan dari para narasumber, dalam acara itu juga dibuka Klinik Artikel Jurnal Internasional (KAJI). Para peserta workshop yang sudah memiliki makalah ilmiah diberi kesempatan untuk konsultasi dengan narasumber terkait paper yang akan disubmit ke jurnal internasional bereputasi. Bahkan kalau dirasa perlu bisa kontak lanjut dengan para narasumber.

Para pembicara, Suntoyo, S.T., M.Eng., Ph.D. (ketiga dari kanan) di antara peserta dan panitia workshop usai acara.

“Seorang ilmuwan itu dinilai kepakarannya dari apa yang telah diselesaikan dari risetnya dalam bentuk publikasi di high level journal, bukan dari apa yang dicoba. Untuk bisa mencapai ini perlu memahami strategi penulisan jurnal internasional bereputasi”, ujar dosen Teknik Kelautan yang memiliki H-index Scopus 5 ini. Selanjutnya, “Untuk bisa membuat a good research paper diperlukan good science, good writing dan publikasi di good journal yang bisa dicapai dengan pengalaman menulis publikasi di jurnal yang mudah diterima sampai ke jurnal internasional yang bereputasi dengan impact factor yang tinggi. Inilah yang bisa menjadi salah satu cara propaganda kepakaran di international level”, tambah dosen kelahiran Cepu ini. (@Erwepe)

Share this...
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *