Bahasa Indonesia

English

 

Category Archives: NEWS

Temu Alumni Teknik Kelautan 1986

Kegiatan temu alumni ini diadakan pada Rabu, 24 Mei 2017 bertempatkan di Ruang Sidang Departemen Teknik Kelautann. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Alumni Departemen Teknik Kelautan angkatan 1986. Agenda yang dibahas dalam pertemuan ini adalah seputar perkembangan departemen hingga saat ini. Angkatan 1986 melalui perwakilannya berkomitmen untuk berpartisipasi dalam membangun Departemen Teknik kelautan. Dalam pertemuan ini Angkatan 1986 memberikan donasi sejumlah 42 juta rupiah kepada Departemen Teknik Kelautan untuk pembuatan taman.

Temu Alumni Departemen Teknik Kelautan Angkatan 1986

Temu Alumni Departemen Teknik Kelautan Angkatan 1986

 

Penyerahan Donasi dari Alumni Angkatan 1986

Penyerahan Donasi dari Alumni Angkatan 1986

 

Penyerahan Kenang-kenangan dari Departemen Teknik Kelautan

Penyerahan Kenang-kenangan dari Departemen Teknik Kelautan

Mahasiswi Kelautan Rebut Juara 2 Kompetisi Futsal Terbesar Se-ITS

des8

Mahasiswi Departemen Teknik Kelautan buktikan bahwa mereka tidak hanya unggul di bidang akademik saja, melainkan mampu menyabet gelar Juara 2 di kompetisi yang biasanya digandrungi oleh kaum adam, futsal. Kompetisi futsal ini merupakan laga kompetisi futsal terbesar di kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember yang biasa dikenal dengan ITS Futsal Championship (IFC). Laga final putri ITS Futsal Championship 2017 diselenggarakan pada 12 Mei 2017, bertempatkan di Lapangan Indoor Pertamina, ITS antara Departemen Teknik Kelautan melawan Departemen Kimia. Dalam pertandingan tersebut Departemen Kimia berhasil menyabet jawara final putri IFC 2017, sedangkan Departemen Teknik Kelautan menjadi runner-up.

Pemain Futsal Putri Departemen Teknik Kelautan bersama dengan Dekan FTK dan Petinggi Departemen

Pemain Futsal Putri Departemen Teknik Kelautan bersama dengan Dekan FTK dan Petinggi Departemen

Tasyakuran Alumni Teknik Kelautan : D’Commodore

Kegiatan bertajuk sharing antar alumni dengan mahasiswa yang dibalut dalam tasyakuran alumni ini diadakan pada Kamis, 27 April 2017. Kegiatan ini diinisiasi oleh alumni Departemen Teknik Kelautan angkatan 2008 atau yang biasa dikenal dengan nama angkatan D’Commodore.

Kegiatan ini diawali dengan pemotongan tumpeng yang diikuti dengan perkenalan singkat para alumni beserta kesibukannya saat ini. Kemudian dilanjutkan dengan sharing antara alumni dengan mahasiswa. Beberapa alumni menceritakan kehidupannya selama menjadi mahasiswa di Departemen Teknik Kelautan. Selain itu juga menceritakan pengalaman bekerja di tempat kerjanya masing-masing. Di lain sisi, para mahasiswa juga menceritakan kondisi perkuliahan saat ini. Alumni juga memberikan motivasi kepada mahasiswa bahwa materi-materi yang didapatkan di Teknik Kelautan akan sangat membantu nantinya ketika terjun dalam dunia kerja. Alumni juga mengharapkan mahasiswa untuk aktif tidak hanya pada kegiatan perkuliahan, namun juga kegiatan/aktifitas lainnya yang mengasah softskill, seperti aktif di organisasi, LKMM maupun kegiatan lainnya yang bersifat non-akademik.

Kegiatan ini ditutup dengan pemberian kontribusi alumni D’Commodore kepada pihak Departemen Teknik Kelautan dan Himpunan Mahasiwa Teknik Kelautan. D’Commodore memberikan kontribusi berupa pembuatan gazebo di sekitar kantin dan satu set meja ping-pong.

Kontribusi Alumni Departemen Teknik Kelautan Angkatan 2008

Kontribusi Alumni Departemen Teknik Kelautan Angkatan 2008

 

Penyerahan Donasi kepada Departemen Teknik kelautan

Penyerahan Donasi kepada Departemen Teknik kelautan

 

des3

Penyerahan Donasi kepada Himpunan Mahasiswa Teknik Kelautan

Penyerahan 1 Set Meja Ping-pong kepada Himpunan Mahasiswa Teknik Kelautan

Penyerahan 1 Set Meja Ping-pong kepada Himpunan Mahasiswa Teknik Kelautan

Departemen Teknik Kelautan Mengadakan Pelatihan software DELFT3D

 

DSC_2081 (FILEminimizer)Untuk menambah kemampuan mahasiswa dalam bidang pantai, Departemen Teknik Kelautan dan NUFFIC-Netherland pada tanggal 10 April 2017 mengadakan pelatihan singkat menggunakan Software DELFT 3D yang bertempat di Laboratorium Komputasi dan Pemodelan Numerik.

Dihari pertama, materi pelatihan disampaikan oleh Bapak Agro wisudawan S.T., M.T, dengan topik pembuatan geometri perairan yang meliputi : pembuatan model perariran dan messing, memodelkan bed topography dan cara Meminimumkan Eror Pada Numerik. Sedang pada hari kedua materi di sampaikan oleh Suntoyo, S.T., M.Eng., Ph.D. Setelah selesai dari pelatihan tersebut mahasiswa diharapkan mampu menganalisa flooding, sedimentasi, sunami dan analisa pantai. (ob)

Gandeng Pakar Perminyakan, ITS Bahas Teknologi Laut Dalam

wilayah lautan seluas 64,85 persen membuat Indonesia memiliki tantangan besar dalam mengembangkan teknologi kemaritiman. Deep water technology atau teknologi laut dalam menjadi salah satu cara yang tepat untuk mengembangkan perekonomian Indonesia. Hal ini dibahas tuntas oleh Usman Pasarai MEng dalam seminar big event Ocean Engineering Exhibition and Competition. Sabtu (1/4)

 

Gedung Robotika – dalam  seminar yang dihelat oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Kelautan (HIMATEKLA) tersebut, Usman menyampaikan bahwa kebutuhan energi Indonesia terus meningkat. Akan tetapi, hal tersebut tidak diimbangi dengan ketersediaan sumber daya yang ada.

Bahkan tingkat produksi minyak di Indonesia justru menurun. Dulunya Indonesia mampu menghasilkan 1,6 juta barel minyak setiap harinya. Namun, saat ini hanya tersisa 800 ribu barel saja. Berkaitan dengan hal tersebut, Indonesia dinilai perlu mengembangkan sistem eksploitasi bukan hanya pada wilayah daratan namun juga wilayah lautan.

Salah satu solusi yang ditawarkan adalah pengembangan teknologi Deep Water atau eksploitasi laut dalam. Berdasarkan data geologi dan geofisika, sekitar 70 persen cekungan sedimen tersier Indonesia terletak di lepas pantai. Separuhnya ada di laut dalam.

Untuk mengambil potensi di laut dalam inilah, teknologi deep water dinilai paling efektif. “Hal tersebutlah yang mendasari mengapa Indonesia dinilai perlu mengembangkan eksploitasi nya di laut dalam,” ujar alumni Teknik Perminyakan itu.

Saat ini di Indonesia baru ada satu proyek deep water. Berlokasi di wilayah Indonesia Timur , di Selat Makassar, proyek tersebut dijalankan oleh operator Chevron. Selain satu proyek yang itu, ada juga empat proyek deep water yang masih dalam status siap produksi seperti Proyek Jambu Aye Utara di Selat Malaka, pada kedalaman laut 650.

Ada juga Proyek Gendalo dan Gehem di Selat Makassar dengan kedalaman laut mencapai 1000 m. Selanjutnya adalah Proyek Jangkrik yang juga berada di Selat Makassar mempunyai kedalaman laut hingga 450 meter, serta Proyek Abadi di Laut Arafura dengan kedalaman laut mencapai 1000 meter.

Member Petrolium Engineer Society tersebut juga menyatakan, deep water bukanlah sebuah teknologi yang mudah dikembangkan.Banyak sekali tantangan yang perlu dihadapi.Untuk itulah peran mahasiswa sebagai akademisi sangat diperlukan guna menghadapi tantangan tersebut.

Usman juga berpesan sebagai mahasiswa kita harus terus belajar dan belajar agar kelak kita mampu berkontribusi dalam perkembangan teknologi tersebut. (odi/ven) . Sumber: ITS Online

Talkshow DVillage ITS Bahas Pembangunan Infrastruktur

Pekerjaan dalam teknik sipil tak lepas dari pembangunan infrastruktur. Dengan prasarana dan pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia) yang baik, diharapkan pemerataan pembangunan dapat terlaksana. Hal inilah yang dikupas dalam talkshow D’Village 7th Edition yang digelar Departemen Teknik Infrastruktur Sipil (DTIS), Fakultas Vokasi ITS, Minggu (19/3).

 

Talkshow bertajuk Kreatifitas Anak Bangsa Dalam Pembangunan Untuk Indonesia Yang Lebih Sejahtera tersebut dimoderatori Amalia F Mawardi ST MT. Ia adalah Ketua Program Studi (Kaprodi) Diploma III Teknik Sipil, Departemen Teknik Infrastruktur Sipil, Fakultas Vokasi ITS.

Infrastruktur dan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) sangat berkaitan erat, di mana angka kecelakaan kerja di Indonesia masih tinggi terutama di dunia infrastruktur. Penyebab utama terjadinya kecelakaan kerja adalah rendahnya kesadaran perusahaan akan pentingnya penerapan K3 di dunia konstruksi. Seringkali SMK3 dianggap sebagai komoditas dan investasi yang tidak penting dan bahkan tidak lagi dianggap sebagai beban biaya.

“SMK3 seharusnya sudah menjadi ruh dan jiwa di dunia konstruksi,” ujar Sonny Risdianto, alumnus Diploma Teknik Sipil yang kini berkarir sebagai senior manager PT Surveyor Indonesia, serta Konsultan SMK3.

Hal senada turut disampaikan Dr Ir Kuntjoro MT, Kaprodi Diploma IV Teknik Sipil. Departemen Teknik Infrastruktur Sipil. Dicontohkannya, pembangunan infrastruktur seharusnya terintegrasi dengan sistem drainase. Dengan demikian infrastruktur tersebut tidak berdampak pada peningkatan run-off yang ditengarai sebagai penyebab banjir.

Tidak benar bahwa penyebab banjir hanya karena perubahan iklim. Faktor yang paling berpengaruh dalam kejadian banjir adalah perubahan tutupan lahan. “Perubahan tutupan lahan adalah akibat  perkembangan penduduk yang mempengaruhi kebutuhan akan lahan untuk tempat tinggal, pertanian dan fasilitas-fasilitas lain. Kondisi seperti ini yang memicu peningkatan run-off,” papar Kuntjoro.

Ditambahkannya, perlu adanya sinergi antara akademisi, praktisi  dan penentu kebijakan dalam perencanaan tata ruang. Hal ini untuk menciptakan infrastruktur yang harmonis. “Penataan infrastruktur itu harus mampu mengendalikan banjir pada saat musim hujan dan memasok kebutuhan air pada saat musim kemarau,” jelas Kuntjoro.

Dalam talkshow tersebut, turut dihadirkan Mandala Abadi Shoji sebagai pembicara. Mandala merupakan alumnus Diploma Sipil angkatan 1999 yang merupakan developer perumahan, dan pemilik PH (Pihak Luar) dengan program-program sosial seperti rumah gratis untuk dhuafa, serta menjadi host acara hiburan di televisi. (mbi/ven) sumber: ITS Online